KETERATURAN SOSIAL

Ujian Nasional pada mata pelajaran sosiologi senantiasa mencantumkan pokok bahasan tentang keteraturan sosial. Berikut ini akan dijelaskan mengenai hal tersebut. Semoga artikel ini membantu anda belajar.

Keteraturan sosial adalah suatu keadaan di mana hubungan hubungan sosial yang berlangsung di antara anggota masyarakat berlangsung selaras, serasi, dan harmonis sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Suasana masyarakat yang teratur menunjukkan bahwa setiap orang melakukan tugas dan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Keteraturan sosial akan mewujudkan suasana permukiman yang penduduknya aman, tenteram, rukun, saling menghargai, saling menghormati dan bergotong royong.

Unsur-unsur keteraturan sosial, antara lain:

Read Users' Comments (1)comments

TINDAKAN SOSIAL

Materi berikut sering keluar pada ujian nasional, olimpiade, dan SBMPTN pada mata pelajaran Sosiologi. Oleh sebab itu saya share disini terkait pengertian dan tipe-tipe tindakan sosial beserta contohnya secara singkat, sebagai berikut:



Tindakan sosial merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan tujuan menarik orang lain agar memerhatikannya. Oleh sebab itu tindakan sosial dilakukan manusia dalam kondisi sadar.


Tipe-tipe Tindakan Sosial
Adapun tipe-tipe tindakan sosial, yakni:

Read Users' Comments (1)comments

Penggunaan Gadget oleh Anak Perlu Pengendalian dari Orang Tua



Oleh: Hadrianus Oswin Jaya Yonata

                Setiap manusia yang ada di dunia pasti pernah mengalami perubahan, baik dari aspek biologis, psikologis, maupun sosialnya. Hal demikian dalam studi sosiologi disebut manusia hidup secara dinamis. Kedinamisan manusia dari waktu ke waktu senantiasa membawa kesan tersendiri di eranya. Sebagai contoh, pada zaman modern ini, kehidupan manusia dihadapkan pada sesuatu pilihan yang kompleks. Kompleks dalam hal ini dapat dimaknai secara sederhana dengan pertanyaan demikian,”Apa sih yang tidak ada di zaman ini?” Pertanyaan ini dapat bermakna luas, tergantung sudut pandang yang memahaminya. Tetapi, pada fokus gagasan disini, makna kalimat tanya tersebut condong pada kehidupan sosial di era yang serba ada, alias era globalisasi.

Read Users' Comments (0)

REFLEKSI UNTUK PEMUDA MELALUI PERSPEKTIF BUNG KARNO



                                                                               Oleh:
                                                        Hadrianus Oswin Jaya Yonata
 
“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Begitulah bunyi salah satu kalimat sakti bung Karno yang dapat membakar semangat pemuda. Pemuda dalam pandangan Bung Karno menurut kalimat tersebut adalah orang yang kuat, orang yang pekerja keras, dan dengan adanya sosok pemuda dalam perspektif Bung Karno apapun dapat dilakukan. Dalam hal tersebut “mengguncang dunia”. Dunia diguncang dengan sepuluh pemuda. Istilah ini terdengar memiliki makna ganda. Akan tetapi penggunaan istilah “mengguncang” ini jelas bukan berarti seisme. Dalam pandangan saya disini memaknai istilah tersebut lebih pada mahakarya pemuda yang membuat perubahan bagi masyarakat di dunia. Sama halnya dengan karya-karya filsuf semacam Karl Max dengan mengusung paham sosialis, atau Auguste Comte, yang melahirkan ilmu sosiologi lewat karyanya berjudul “Cours de Philosophie Positive” di pertengahan abad 19. Mereka semua merupakan orang-orang yang dijiwai semangat kaum muda. Dengan demikian kehendak besar yang diharapkan salah satu bapak pendiri bangsa ini adalah yang muda yang berkarya. Karya pemuda begitu penting bagi bangsa ini, karena melalui karya-karyanyalah harapan pendiri bangsa dapat terwujud. Kemudian mewujudkan harapannya, bagi pemuda adalah hal mulia, itulah nilai yang harus dipegang oleh sosok pemuda sekarang.

Read Users' Comments (0)

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM K-13



Satuan Pendidikan      : SMA Katolik St. Albertus Malang
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas / Semester          : X / 1 (Satu)
Alokasi Waktu            : 1 x 2 jam pelajaran

A.    Kompetensi Inti
KI 1      Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
KI 2      Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
 KI 3     Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
 KI 4     Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Read Users' Comments (0)

DIKTAT KULIAH GEOLOGI UMUM BAB II LAPISAN-LAPISAN BUMI



A.  Sumber Keterangan Bagian Dalam Bumi
            Jari-jari bumi ke katulistiwa 6378km dan ke kutub 6357km. Pemboran kerak bumi di Oklahoma untuk meneliti bagian dalam bumi hanya mencapai 5253 meter, dan proyek Mohole dekat pulau Guadalupe (lepas pantai Meksiko) mengebor sampai kedalaman 9 km. Dari dalamnya pengeboran tersebut nampak bahwa hanya kulit luar dari bumi kita yang dapat diselidiki secara langsung. Meskipun demikian, kita mengetahui para ahli telah berceritera banyak tentang bagian dalam bumi, seperti: wujud, densitas batuan, temperatur, kecepatan gelombang melalui berbagai lapisan dan sebagainya. Dari mana para ahli memperoleh keterangan mengenai bagian dalam bumi? Patut dimaklumi bahwa bagian dalam dari bumi  sulit sekali bahkan tidak mungkin diselidiki secara langsung, sehingga wajar pula kalau banyak hal yang tidak diketahui secara pasti. Para ahli melakukan penyelidikan secara tidak langsung, dimana tak dapat dilupakan bantuan dari ilmu Kosmologi, Geokimia, dan Geofisika.

Read Users' Comments (1)comments